Home » CPNS » Kasus Baru Skandal CPNS Kota Kediri

Share
Sponsored Links

HOT NEWS !
Tes CPNS 2015 akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Siapkah Anda dengan Kisi Kisi Ujian CAT CPNS..?
Info lengkapnya :
Klik Disini >>

Kasus skandal penerimaan CPNS Kota Kediri 2009 kembali memanas, menyusul beredarnya kesaksian mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Ir Semeru Singgih yang menyudutkan wali kota.

Kesaksian Semeru Singgih tertanggal, 31 Desember 2009 itu semakin menyudutkan Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar. “Pernyataan kesaksian Semeru Singgih ini kami terima dari sumber di internal Pemkot Kediri. Kami yakin pihak kepolisian juga mendapatkan pernyataan serupa saat memeriksa Semeru,” ungkap Tjetjep M Yasien SH, Koordinator Komunitas Peduli Kediri (KPK), kepada wartawan, Kamis (25/11).

Selain Semeru Singgih, dua petugas BKD, yakni Pamuji SSos, mantan Kabid Pengembangan, dan Sugeng Hariyono SKom, staf Bidang Pengembangan BKD, juga membubuhkan tanda tangan kesaksian.

Pada pernyataan kesaksian bermaterai itu Semeru Singgih menjelaskan kronologis pengumuman CPNS, yang isinya antara lain adanya permintaan wali kota untuk memasukkan sejumlah nama ke dalam pengumuman kelulusan. Nama-nama itu adalah dr Meyliana Ujinastiti, Aulia Fauzie, Agus Zarqoni ST, Atiqoh, dan Hendri Supriadi.

Hal itu terjadi pada 11 Desember 2009, setelah tim teknis ITB bersama Wakil Ketua I dan Sekretaris Tim Pengadaan CPNS menghadap wali kota melaporkan rencana ekspos rangking.

Menurut Tjetjep, pernyataan kesaksian kepala dan dua staf BKD itu membuktikan adanya intervensi wali kota terkait rekrutmen CPNS 2009. “Wali kota sengaja mengubah dokumen negara, namun tidak ada tindakan hukum dari Polresta Kediri,” tandasnya.

Wali Kota Kediri dr Samsul Ashar masih belum bersedia memberikan konfirmasi terkait beredarnya pernyataan kesaksian Semeru Singgih. “Jadwal bapak hari ini masih padat, nanti untuk konfirmasi waktunya diagendakan jadwal sendiri,” jelas ajudan.

Waka Polres Kediri Kota Kompol Kuwadi menjelaskan, perkembangan kasus CPNS ini masih menunggu turunnya SK Setneg. “Kami prosedural saja,” katanya. Sejauh ini, katanya, pihaknya telah memeriksa sejumlah pejabat, termasuk Semeru Singgih. Untuk kasus pemalsuan dokumen, lanjutnya, sudah selesai. Saksi ahli mengatakan itu hanya kesalahan pemberkasan. Ref : dim/st34-surya

Share
Silakan Bergabung dengan Komunitas Info Lowongan Terbaru, Klik Like/Suka !

Sponsored Links

Sponsored Links

Archives