Home » News » Info Pengumuman Hasil Pengujian Ulang Susu Formula

Share
Sponsored Links

HOT NEWS !
Tes CPNS dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Siapkah Anda dengan Kisi Kisi Ujian CAT CPNS..?
Info lengkapnya :
Klik Disini >>

AWAL JULI HASIL PENGUJIAN ULANG SUSU FORMULA DIUMUMKAN

Saat ini Badan Litbangkes Kemkes, BPOM dan IPB sedang melakukan pengujian ulang terhadap susu formula yang beredar di Indonesia untuk mengetahui ada atau tidaknya cemaran bakteri ES dan mikroba lainnya.

Pengujian dilakukan dalam dua tahap, dimulai bulan Maret 2011 dan akan berakhir Juli 2011. Setelah pengujian selesai, akan dilakukan analisis dan evaluasi oleh Tim Pengkaji Nasional. Diharapkan, hasil pengujian laboratorium Badan Litbangkes, BPOM serta IPB, sudah dapat diumumkan kepada masyarakat awal Juli 2011. Sedangkan pengujian tahap kedua yang dilakukan Badan Litbang Kemkes dan BPOM untuk pengujian terhadap mikroba lain selain ES masih dalam proses.

Pengambilan sampel dilaksanakan bulan Maret 2011 terhadap susu formula yang beredar di 23 provinsi. Mencakup tujuh cluster yaitu Sumatera, Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Maluku Utara, Papua. Susu formula yang diambil sampelnya sebanyak 47 item dari 74 item yang terdaftar di Badan POM karena 27 item lainnya tidak diimpor dan diproduksi lagi.

Untuk menjamin validitas pengujian, sampel susu formula diuji di tiga tempat yang berbeda yaitu  Balitbangkes Kemkes akan menguji 59 sampel, BPOM  sebanyak 59 sampel,  dan IPB sebanyak 64 sampel.

Pengujian tahap pertama, untuk pengujian terhadap ES dan tahap kedua dilakukan uji terhadap mikroba lain seperti Angka Lempeng Total (ALT), MPN Coliform, Escherichia coli, Salmonella dan Staphylococcus sp.

Dalam uji ulang ini laboratorium IPB hanya melakukan pengujian tahap I, sedangkan Badan Litbangkes Kemkes dan BPOM melakukan pengujian tahap I dan II.

Heboh susu formula tercemar bakteri ES bermula dari  hasil penelitian Fakultas Kedokteran Hewan IPB pada tahun 2006. Berdasarkan hasil penelitian itu, disebutkan 5 dari 22 sampel susu formula mengandung bakteri ES. Padahal BPOM dalam pengujian yang dilakukan berturut-turut sejak 2008, 2009, 2010 dan awal Februari 2011 tidak menemukan bakteri ES dalam susu formula.

Tidak puas atas hasil penelitian BPOM, David Tobing melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan kasasi ke MA. Dalam putusan kasasi MA dinyatakan Kemkes, Badan POM dan IPB diminta mengumumkan merk susu formula yang tercemar bakteri ES.

Menyikapi putusan MA tersebut, Kemkes menyatakan tidak dapat melaksanakan putusan itu karena tidak terlibat dalam penelitian dan tidak mempunyai daftar merk susu formula yang tercemar bakteri ES. Untuk itu Kemkes  melakukan  peninjauan kembali (PK) dengan menunjuk Jaksa Pengacara Negara untuk mewakili di persidangan.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon: 021-52907416-9, faks: 52921669, Call Center: 021-500567, 30413700, atau e-mail [email protected] , [email protected] , [email protected] . Ref : depkes

Share
Silakan Bergabung dengan Komunitas Info Lowongan Terbaru, Klik Like/Suka !

Sponsored Links

Archives