Home » Pendidikan » Kemendiknas Akan Mengambil Kembali Guru Bantu PNS di Sekolah Swasta

Share
Sponsored Links

HOT NEWS !
Tes CPNS 2015 akan dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Siapkah Anda dengan Kisi Kisi Ujian CAT CPNS..?
Info lengkapnya :
Klik Disini >>

Sejumlah sekolah swasta khawatir atas adanya rencana Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) yang akan mengambil kembali guru pegawai negeri sipil (PNS) yang diperbantukan (DPK) di sekolah swasta.

“Dampaknya besar, kekurangan guru sudah pasti. Belum lagi nanti masyarakat akan luntur kepercayaan karena khawatir akan ada penurunan kualitas,” ujar Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Said Sediohadi kepada wartawan, Kamis (2/12).

Diambilnya guru PNS mungkin mengharuskan sekolah swasta merekrut guru baru. Ini tentunya akan membebani operasional yayasan. Sementara bantuan dari pemerintah, seperti bantuan operasional sekolah (BOS) terutama dari daerah, pencairannya tersendat. Berbeda dengan BOS pusat yang tepat waktu.

“Ide awal penempatan guru DPK ini kan untuk membantu swasta. Jika sekarang diambil, rasanya kok seperti setengah hati membantu,” ujarnya.

Said mengatakan, jika tetap dipaksakan, keberadaan sekolah swasta akan semakin terpuruk. “Swasta itu tidak semuanya elite. Ada juga yang alit (kecil, red). Saat ini saja sudah alit, ditambah persoalan inim tentu semakin semakin alit. Sementara yang besar semakin elite,” tuturnya.

Sekretaris Badan Perguruan Indonesia (BPI), Oni Yusroni menambahkan, di BPI dimulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA, sedikitnya terdapat 40 guru DPK. Sementara jumlah keseluruhan guru yang mengajar sebanyak 250 orang.

Sedangkan di Yayasan Pendidikan Swadaya Nasional, menurut ketuanya, Tarma Suha, ada 26 guru DPK yang mengajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. Sementara jumlah guru yang mengajar 100 orang.

Rekrutmen guru untuk menggantikan para guru DPK tidak mudah. Apalagi, mencari guru yang benar-benar kompeten di bidangnya itu sangat sulit.

Oni mengatakan, diambilnya guru DPK pada 2011, jelas sangat menohok kalangan swasta. Selain pengurangan kualitas, penyelenggara perguruan swasta juga akan semakin terbebani atas operasional yang ditanggung.

Selama ini, guru DPK tidak mendapatkan gaji dari yayasan karena mereka berstatus PNS dan menjadi beban negara. “Dengan rekrutmen guru baru, maka akan menambah pengeluaran untuk gaji,” terangnya. (B.107)** klik-galamedia

Share
Silakan Bergabung dengan Komunitas Info Lowongan Terbaru, Klik Like/Suka !

Sponsored Links

Sponsored Links

Archives